Kabut Merbabu












Awan bergulung di pundak Merbabu

Sepi yang Mas tabur kini menjadi duka

Tapi di balik kabut beku, Mas lihat senyum Istri

Rindu ini membara seperti magma

Izinkan Mas mendaki hati Istri lagi

Langkah demi langkah, penuh doa

Ibu gunung berbisik tentang kesabaran

Akan Mas jadikan hidup Mas jalur pendakian cinta Istri

Nanjak bersama menuju puncak bahagia

Ijinkan Mas menjadi sinar pagi yang menghangatkan batin Istri

Tidak Tahu Kita.. Bila Harinya Tanggung Jawab Tiba

Ketika Tangan dan Kaki Berkata Akan datang hari mulut dikunci Kata tak ada lagi Akan tiba masa tak ada suara Dari mulut kita Berkata tangan ...