NIKMAT ALLAH TAK TERHITUNG, BALASLAH DENGAN KETAATAN



Setiap hari kita hidup dengan limpahan nikmat Allah yaitu bisa makan, minum, tidur, bekerja, dan beraktivitas. Semua itu adalah karunia besar yang sering kali kita anggap biasa.


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


يٰٓاَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبٰتِ وَاعْمَلُوْا صَالِحًاۗ اِنِّيْ بِمَا تَعْمَلُوْنَ عَلِيْمٌ ۗ


“Allah berfirman, ‘Wahai para rasul, makanlah dari (makanan) yang baik-baik dan beramalshalihlah. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan’.” (QS Al-Mu'minūn [23]: 51).


Ayat ini mengingatkan kita bahwa nikmat yang Allah berikan, seperti makanan dan segala hal yang halal, harus disyukuri. Dalam kitab tafsir as-Sa’di menafsirkan, tanda syukur yang benar adalah memanfaatkan nikmat itu untuk taat kepada Allah dan beramal shalih, bukan sekadar dinikmati tanpa arah.


Nikmat Allah memang tidak terhitung jumlahnya. Maka cara terbaik untuk bersyukur adalah dengan menggunakannya di jalan kebaikan, agar setiap karunia menjadi sebab bertambahnya keimanan dan mendekatkan diri kepada-Nya.


Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.

__

📡 Simak kajian selengkapnya:

https://youtu.be/_0-pmvRrSTo


♻️ Silahkan disebarluaskan


🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin


#khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah


Tidak Tahu Kita.. Bila Harinya Tanggung Jawab Tiba

Ketika Tangan dan Kaki Berkata Akan datang hari mulut dikunci Kata tak ada lagi Akan tiba masa tak ada suara Dari mulut kita Berkata tangan ...