Kita adalah Suami Istri

 

Angin dari Bromo berbisik pada daun jati yang rindang

Sungai di Tumpak Sewu mengalir lembut, menyatu dengan samudra keabadian

Taman di jiwamu, di mana jalinan kesabaran dan tawa bersemi

Rembulan di atas widodari adalah saksi bisu cinta kita

Istriku nafasku, embun pagi bagi sukmaku yang haus

Ladang hatimu telah kupersembahkan dengan benih-benih kesetiaan

Ikatan hidup kita bukanlah sekedar ikatan 2 manusia, melainkan anyaman tenun jiwa dari cahaya pernikahan

Air mata sedih maupun bahagia adalah hujan yang menyuburkan akar-akar rumah tangga

Namun, adakah persatuan yang lebih sempurna dari diamnya dua lautan jiwa yang bertemu?

Ia adalah rahasia malam yang hanya dipahami oleh batin kita sebagai suami istri

Tidak Tahu Kita.. Bila Harinya Tanggung Jawab Tiba

Ketika Tangan dan Kaki Berkata Akan datang hari mulut dikunci Kata tak ada lagi Akan tiba masa tak ada suara Dari mulut kita Berkata tangan ...